Senin, 13 Februari 2012

aku temukan juga

tepatnya empat bulan yang lalu, aku mulai menjalani sesutau yang berharga dalam kehidupan ini. entah yang ku jalani ini benar atau salah, namun sejujurnya aku merasa bahagia. aku yang pernah merasa menjadi orang terbodoh, mulai bangkit dan mulai menyadari bahwa hidup tidak berhenti sampai saat itu. hari esok tak akan teganti, tak akan habis dan tak akan pernah terlewatkan. namun aku yang BELUM sadar akan makna kehidupan seenaknya saja berjalan kemanapun yang aku mau, tak pernah peduli akan mereka yang ada di sampingku, aku terlalu enak sendiri, terlalu enak dengan pikiranku yang masih ingin bebas, masih selalu, dan selalu mengeluh akan keinginan yang tak terpenuhi, apa sebenarnya mauku? akupun terkadang tak mengerti dan tak tau !
aku terkadang menangis sendidri saat menyadari kebodohan yang aku buat, aku juga tak mengerti mengapa aku lakukan itu , padahala aku tau hal itu salah . bodohnya aku bukan? oke, sebut saja saat aku membohongi orangtuaku, aku tau jika aku akan kena marah, tapi kenapa aku masih saja membohongi mereka. iya, aku egois ! aku juga selalu mengeluh dengan apa yang aku dapatkan, padahal aku selalu memikirkan orang-orang yang tak seberuntung aku, tapi kenapa aku masih saja mengeluh ? ya aku yang tak pernah bersyukur. 

inginku ceritakan sekarang, sejak empat bulan lalu ku temukan dia, dia yang mengenalkan kau bahwa aku bodoh, aku kurang paham, namun aku juga pintar. dia seorang yang bisa buat ku tersenyum dan menangis di saat bersamaan. yha, aku bangga, aku suka, dan aku sayang,, saat kami jauhpun dia selalu bisa dan selalu tau harus bagaimana memeberikan pesan untuku. namun entah kenapa, saat aku yang bodoh ini , saat ingin menjadi orang pintar selalu saja memikirkan hal yang bisa buat aku sendiri menangis, aku takut ? yha aku ytaut kehilangan dia, kenapa? aku cinta ? tentu saja, aku sangat mencintainya. dan aku selalu ingat saat dia memintaku, " jika nanti engkau di sampingku, jadilah orang tersabar buatku". akulah si bodoh yang menjadi pintar.